Direktur RS IMC Bintaro, mengucapkan belasungkawa atas Meninggalnya Matori, yang sempat mendapat pertolongan medis UGD RS IMC Bintaro.
“Kami mengucapkan duka cita, kami sampaikan bahwa Almarhum datang dalam kondisi lemah, sesak nafas, dan langsung kami tangani di UGD,” bilangnya.
Selanjutnya, berdasarkan prosedur pertolongan pertama pasien gawat darurat, pihak RS menyatakan korban meninggal dunia pukul 21.30 WIB.
“Sesuai pertolongan kegawatdaruratan, kami bantu Resusitasi jalan nafas, berikan infus dan lainya. Oleh keluarga juga menerima, karena kondisi almarhum sudah sangat drop saat masuk RS kami,” kata dia.
Diungkapkan Febri, Matori terlihat mengalami hal sama, dengan seluruh korban tsunami, berupa trauma dan luka lecet dibeberapa bagian tubuh.
“Kalau untuk luka luar kondisinya terlihat ada bengkak di kaki kanan kiri mulai dari pinggang. Untuk rekam medis tidak bisa kami berikan,” jelas dia. (Raja Tama)












