JAKARTA-Setelah sukses menghentikan ekspor raw material nikel yang dinilai mampu mendongkrak surplus neraca perdagangan, selanjutnya Presiden Joko Widodo akan menghentikan ekspor bahan mentah sejumlah komoditas mineral.
Presiden Jokowi menyampaikan, neraca perdagangan Indonesia per November 2021 mencatatkan surplus hingga sebesar USD34,4 miliar.
“Dalam 19 bulan surplus terus. Belum pernah kita mengalami seperti ini. Ekspor kita (November 2021) juga naik 49,7 persen secara year-on-year,” katanya di Jakarta, Senin (3/1).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor Indonesia pada November 2021 meningkat sebesar 49,7 persen (y-o-y) menjadi USD22,84 miliar.
Sementara itu, surplus neraca perdagangan pada November 2021 hanya senilai USD3,51 miliar atau lebih rendah dibanding Oktober 2021 sebesar USD5,74 miliar.
Sementara itu, Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-November 2021 secara keseluruhan mencatatkan surplus mencapai USD34,32 miliar atau jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di 2020 sebesar USD19,52 miliar.
Jokowi menyebutkan, tingginya angka pertumbuhan ekspor tersebut, salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang menghentikan ekspor bahan mentah nikel.














