Menurut sang pengacara, Setya Novanto mengalami saat sedang menuju Gedung KPK.
Video mobil yang diduga milik Setya Novanto beredar. Mobil Alphard berwarna hitam bernomor polisi B 1732 ZLO itu dalam kondisi hancur di depan.
Petrus mengeritik sikap kolega Setnov di DPR, terutama yang berasal dari Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Pasalnya, mereka melihat masalah Setnov ini sebagai persoalan biasa-biasa saja.
Indikasinya, tidak ada upaya dengan penuh itikad baik membebastugaskan Setya Novanto dari keanggotaan dan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus mencopot kedudukannya sebagai Ketua DPR RI.
“Jika dalam beberapa hari ke depan Partai Golkar tidak segera mengambil sikap untuk secara total memberisihkan Setya Nivanto dari semua status keanggotaan Partai Golkar, jabatan Ketua Umum Golkar, keanggotaan di DPR dan Jabatan Ketua DPR, maka nasib Golkar akan tamat dalam pilkada 2018 dan pemilu 2019,” imbuhnya.
Untuk itu, Petrus meminta Partai Golkar bekerjasama dengan KPK untuk segera menemukan kembali Setya Novanto dan menyerahkan kepada KPK untuk menghadapi proses hukum.
Sehingga dengan demikian secara perlahan-lahan Partai Golkar sedikit demi sedikit meraih kembali simpati publik. “Kesalahan Partai Golkar dalam menghadapi sikap Setya Novanto yang sering membangkangi panggilan KPK adalah elitnya memamerkan dukungan terhadap Setya Novanto dan sekaligus menyerang KPK. Ini tentu tidk sehat dan tidak memberikan pendidikan politik dan hukum yang baik bagi masyarakat,” terangnya.














