Sebelumnya saat pelaksanaan Public Expose IPO BUKA, Rachmat menyebutkan bahwa Bukalapak, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 25.765.504.851 lembar dengan harga penawaran berkisar Rp750-Rp850 per saham.
Jumlah saham Bukalapak yang akan dilepas kepada publik tersebut setara dengan sebanyak-banyaknya 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.
Dengan harga penawaran sekitar Rp750-Rp850 per saham, maka Bukalapak akan memperoleh dana IPO berkisar Rp19,32 triliun-Rp21,9 triliun.
Sesuai dengan rencana perseroan, lanjut Rachmat, sebesar 66 persen dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja Bukalapak, sedangkan sisanya untuk modal kerja sejumlah anak usaha perseroan.
Pada aksi korporasi ini, manajemen Bukalapak menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Sedangkan selaku penjamin emisi efek adalah PT UBS Sekuritas Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas.
Ke depannya, kata Rachmat, perseroan meyakini bisa meraih pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, sehingga diharapkan bisa memperbaiki profitabilitas Bukalapak.
“Kami akan memperbaiki profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan yang berkualitas,” imbuhnya.















