JAKARTA-PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) akan menyiapkan belanja modal (capex) di 2022 untuk mendukung pencapaian target penjualan bersih pada tahun depan yang mencapai Rp2 triliun.
“Dana capex di 2022 untuk pembelian mesin dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi kabel. Capex kurang lebih Rp50 miliar,” ujar Direktur JECC, Antonius Benady saat Public Expose Virtual, Kamis (16/12).
Dia menyebutkan, sumber dana capex untuk tahun depan tersebut akan berasal dari pinjaman perbankan maupun keuntungan perseroan.
Per 30 September 2021, kinerja keuangan JECC berbalik mencatatkan rugi bersih sebesar Rp50,24 miliar dibanding periode yang sama di 2020 membukukan laba bersih Rp12,33 miliar.
“Kerugian ini akibat kenaikan harga bahan baku utama kabel. Kami belum melakukan efisiensi dan baru akan dilakukan dalam strategi perseroan di 2022. Selain itu, beberapa biaya juga mengalami kenaikan,” tutur Antonius.
Pada strategi JECC untuk Tahun Buku 2022, perseroan akan mengendalikan biaya di seluruh departemen dan melakukan efisiensi maupun efektivitas produksi.
Antonius berharap, alokasi capex sebesar Rp50 miliar itu bisa mendukung pencapaian target penjualan bersih sebesar Rp2 triliun atau setara dengan target penjualan bersih di 2021.













