Bahkan, lanjut Wimboh, likuiditas yang memadai didukung oleh alat likuid perbankan yang terus meningkat pada level tertinggi dalam sejarah, yakni mencapai Rp2,250 triliun.
“Profil risiko juga dapat dikelola dengan baik, tercermin dari tingkat NPL di 3,18 persen. Ternyata, restrukturisasi hanya 18 persem dari total kredit,” ucapnya













