JAKARTA-Sistem industri 4.0 dinilai dapat memberi keuntungan bagi sektor manufaktur, misalnya menaikkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi sebesar 12-15 persen
“Pengembangan R&D ke depan diarahkan pada upaya agar industri nasional aktif melakukan inovasi teknologi guna mentransformasikan dan mengimplementasikan sistem industri 4.0 dalam proses produksinya,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran pers di Jakarta, Senin.
Untuk itu, lanjutnya, industri perlu menerapkan kegiatan di bidang penelitian dan pengembangan yang mampu mengintegrasikan dunia online dan lini produksi dengan memanfaatkan internet sebagai penopang utamanya.
Pihaknya telah menyiapkan empat langkah strategis agar Indonesia mampu menghadapi era revolusi industri keempat tersebut.
Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus belajar dan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri.
“Guna mendukung upaya tersebut, kami juga menginisiasi pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri,” ujarnya.
Pengembangan program ini sekaligus menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap pakai di dunia industri dengan target mencapai satu juta orang pada 2019.














