SURABAYA-Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mengusulkan adanya pengembangan sistem Informasi Teknologi (IT) untuk pelayanan ekspor impor. Dengan demikian, semua proses pra dan pasca terhadap ekspor impor dapat terpantau melalui sistem trackingmelalui IT ini. Sistem IT sangat penting dilakukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag), Rachmat Gobel di Terminal Petikemas Surabaya Jl. Tanjung Mutiara No. 1 Surabaya, Sabtu (20/6).
Ia mengatakan, sistem ini nantinya terintegrasi secara menyeluruh, utamanya untuk masalah kepabeanan dan ekspor impor.Dengan sistem ini, semua proses pra dan pasca dapat terukur dengan baik, sehingga dapat mengetahui mana proses yang lama dilakukan atau tidak sesuai dengan standar yang berlaku. “Sistem ini penting dilakukan sebagai kebijakan untuk membatasi banyaknya barang dari luar negeri yang masuk ke Jatim, sekaligus melindungi konsumen lokal,” kata Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
Dicontohkannya, misalkan di Balai Karantina Pertanian dan Ikan. Ikan masuk ke balai tersebut akan dicek, ditentukan standar merkurinya seperti apa. Jika tidak memenuhi syarat untuk masuk, maka akan ketahuan melalui sistem tersebut. “Dengan sistem IT semua barang keluar masuk bisa terpantau,” jelasnya.













