Lebih jauh, Menkeu menegaskan APBN yang sehat dan kuat dapat dilihat pula antara lain dari sisi keseimbangan primer. Tahun 2018, defisit keseimbangan primer Indonesia jauh lebih kecil daripada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan fungsi pembiayaan dan defisit financing bisa dikelola dengan baik.
“Kita juga melihat kekuatan dan kesehatan APBN dilihat primary balance kita yang tahun 2018 ditutup hanya dengan Rp1,8 triliun defisit. Ini sangat berbeda jauh dengan tahun lalu dimana primary balance mencapai Rp124,4 triliun. Menggambarkan APBN yang sangat sehat,” tegas Menkeu.
Dengan gambaran kinerja tahun 2018 tersebut, Pemerintah bersama-sama dengan seluruh stakeholders terkait seperti BI, OJK dan LPS akan terus bersinergi dan bekerjasama dalam menjaga stabilitas sektor keuangan dan perekonomian Indonesia tahun 2019.















