Senada dengan itu, aktivis serta Koordinator Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR) Fauzan Ohorella merespons dengan nada keras hasil survei IPI.
“Orang terdekat yang menjadi lawan adalah kenyataan pahit yang sudah lumrah dalam politik Indonesia. Pertanyaannya bukan apakah ini akan terjadi, tetapi kapan—dan apakah Presiden Prabowo sudah siap menghadapinya? ujar Fauzan kepada wartawan Selasa (10/2/2026).
Fauzan menilai bahwa survei IPI mungkin hanya angka hari ini, tetapi itu adalah cermin dari dinamika kekuasaan yang sedang bergeser. Menurut dia, ketika nama Sjafrie Sjamsoeddin muncul sebagai calon presiden potensial, hal tersebut bukan lagi spekulasi politik biasa, tetapi tanda bahwa permainan sudah dimulai.
“Dan dalam permainan politik Indonesia, sejarah telah mengajarkan kita bahwa musuh paling berbahaya seringkali adalah mereka yang tidur di kamar sebelah,” pungkas Fauzan.












