Kacau balau lah permainan dan dunia sepak bola kita.
Kita apresiasi Kejagung yang serius membongkar skandal Jiwasraya (dan menyusul skandal-skandal lainnya) tapi harusnya kasus ini hanya menjadi masalah pasar modal dan investasi yang bisa ditangani OJK kalau bekerja dengan baik, dan bisa mengambil keuntungan dan pertumbuhan ekonomi kita.
OJK tidak bisa cuma ngeles dari skandal Jiwasraya ini. Saya agak geram dengan komentar enteng dan ngeles gaya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen yang menggeser isu dari tugasnya di OJK yang harusnya mengawasi seolah-seolah ia dituntut membongkar kasus pidana.
“Kenapa Kejagung? Karena kewenangannya ada di mereka. Kalau saya, OJK yang menangani kasus ini, nanti jadi tabrakan dengan Kejagung.
Bisa diomeli saya kenapa OJK ngurusi pekerjaan instansi orang,” tuturnya seperti dikutip dari detikcom Minggu 16 Februari.
Seharusnya kalau OJK bekerja dengan baik maka Jiwasraya tidak masuk pasien Kejagung. Bagi saya dan logika orang awam pun, dalam skandal Jiwasraya ada digaan peran lembaga pengawasan OJK.
Bagaimana perannya? Itulah yang harus diperiksan dan diumumkan secara terbuka ke publik (transparan), apakah di periode OJK ini, atau periode sebelumnya?












