Sedangkan total aset tahun 2012 kata dia sebesar 6,180 triliun rupiah atau naik 128 persen dari tahun sebelunya sebesar 4,818 triliun rupiah, total liabilitas sebesar 3,526 triliun rupiah atau naik 153 persen dari tahun sebelumnya sebesar 2,310 triliun rupiah, total ekuitas sebesar 2,654 triliun rupiah atau naik 106 persen dari tahun sebelumnya sebesar 2,508 triliun rupiah dan laba bersih sebesar 147 miliar rupoah atau naik 184 persen dari tahun sebelumnya sebesar 80 miliar rupiah. “Dalam penyaluran pinjamannya, SMF menerapkan asas kehati-hatian sehingga diperoleh tingkat resiko kredit yang rendah, yaitu hingga saat ini tidak ada NPL,” tegas Raharjo.
Dia menambahkan, pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan. Selama tahun 2012, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar 2,580 triliun rupiah melalui penerbitan obligasi PUB I Tahap II sebesar 1,250 triliun rupiah, PUB II Tahap I sebesar 750 miliar rupiah dan 1 (satu) kali penerbitan MTN sebesar 580 miliar rupiah.
Dengan demikian jelas dia, sampai dengan akhir tahun 2012,posisi(outstanding) surat utang SMF mencapai3,477 triliun rupiah, sedangkan posisi (outstanding) penyaluran pinjaman mencapai 4,779 triliun rupiah. “Yang selisihnya penggunaan ekuitas, fungsi ekuitas disini adalah sebagai bridging penyaluran pinjaman,” tutur dia.













