JAKARTA, BERITAMONOTER, COM — SMP Providentia Jakarta Barat menggelar seminar bertema “Tolak Perundungan/Bullying” pada Jumat (21/11/2025).
Seminar ini dibuat sebagai upaya memperkuat kesadaran peserta didik terhadap bahaya bullying dan pentingnya budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber muda, yaitu Marisa Bayustin, penyiar radio kampus di Jakarta, serta Andri Tani, aktivis PMKRI Jakarta Pusat yang dikenal aktif mengadvokasi isu-isu perlindungan anak dan remaja.
Semua peserta didik SMP Providentia serta perwakilan tenaga pengajar turut hadir memenuhi aula sekolah. Suasana seminar berlangsung hidup, penuh antusiasme, dan mengalir dengan interaksi antara narasumber dan siswa.
Dalam pemaparannya, Marisa Bayustin menekankan bahwa bullying bukan hanya soal kekerasan fisik, tetapi juga mencakup hinaan, mengejek, menyebarkan rumor, hingga mengucilkan teman.
Ia mendorong siswa agar lebih berani bersuara bila melihat atau mengalami perundungan.
“Bullying itu tidak keren sama sekali. Justru itu tanda seseorang belum bisa menghargai dirinya sendiri,” ujarnya.
“Kalau kalian merasa ada yang tidak adil atau sakit hati karena perlakuan teman, jangan diam. Ceritakan pada orang dewasa yang kalian percaya,” lanjut Marisa.














