Pada tahun lalu, Summarecon mencatatkan kenaikan pendapatan keuangan menjadi Rp190,34 miliar dari Rp125,33 miliar.
Namun biaya keuangan di 2020 mencapai Rp1,03 triliun atau lebih tinggi dibanding 2019 sebesar Rp795,24 miliar.
Adapun laba pada ekuitas entitas asosiasi di 2020 tercatat Rp6,08 miliar atau mengalami kenaikan dibanding 2019 senilai Rp3,96 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan SMRA untuk Tahun Buku 2020 sebesar Rp243,29 miliar, dengan perolehan manfaat pajak penghasilan (neto) senilai Rp2,62 miliar.
Maka, laba tahun berjalan pada tahun lalu menjadi Rp245,91 miliar, sedangkan laba yang yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp179,84 miliar.
Per 31 Desember 2020, total liabilitas SMRA tercatat sebesar Rp15,84 triliun atau lebih tinggi dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang senilai Rp14,99 triliun.
Sedangkan, total ekuitas per akhir tahun lalu tercatat menurun menjadi Rp9,09 triliun dari Rp9,45 triliun per akhir 2019.













