Ditempat terpisah, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika memerintahkan kepada desa atau kades di wilayah Kabupaten Karangasem, untuk menampung para pengungsi Gunung Agung.
“Saya sudah kumpulkan kepada desa dan pada dasarnya mereka sudah siap. Di Karangasem ada 50 desa yang aman jika Gunung Agung benar-benar meletus. Jadi tolonglah tampung saudara-saudara kita yang ada di pengungsian,” katanya Bali, Minggu, 1 Oktober 2017.
Menurut dia, kondisi di tenda-tenda pengungsian sangat tidak layak untuk tempat tinggal jangka panjang, jika berdasarkan pada pengalaman letusan Gunung Agung pada 1963 lalu yang tercatat sampai satu tahun lamanya.
Selain itu, suasana tenda yang panas dan berdebu juga menjadi kendala. Hal tersebut dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap kesehatan pada pengungsi yang jumlahnya puluhan ribu orang. “Siang-siang itu luar biasa panasnya. Kalau satu sampai dua minggu mungkin tidak akan menjadi masalah, tetapi kalau sampai satu tahun itu kasihan juga,” kata Pastika.
Mantan Kapolda Bali itu juga menilai di setiap desa yang ada memiliki balai desa dan balai banjar (dusun). Gedung tersebut (balai) dinilai sangat representatif untuk lokasi pengungsian dalam jangka waktu panjang. Selain karena lebih aman, tentu bantuan logistik lebih mudah disalurkan bekerja sama dengan kepada desa dan kepala adat di wilayah tersebut. ***














