SURABAYA-Gubernur Jawa Timur , Soekarwo mengusulkan pembangunan tempat penyimpanan ikan hias untuk ekspor di Jawa Timur. Pembangunan tempat penyimpanan ini sangat penting, karena Jatim merupakan salah satu provinsi penyumbang ikan hias terbanyak untuk ekspor, yang bisa mencapai 236 ribu ekor. “Ikan hias Jatim laku dijual ke luar negeri bahkan di negara-negara maju. Kalau ada tempat penyimpanan ikan hias itu akan baik sekali. Ada 236 ribu ikan hias dari Jatim yang diekspor dan masuk di negara-negara maju. Bahkan ke depannya, Jatim bisa menjadi tempat menyimpan ikan hias dari provinsi-provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Pakde Karwo kepada Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif C. Sutardjo saat Soft Launching Instalasi Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Puspa Agro, Sidoarjo, Rabu (3/9).
Sementara itu, Sharif C. Sutardjo mengatakan, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan program peningkatan jaminan mutu dan keamanan produk perikanan, sehingga dapat berdampak positif terhadap kenaikan nilai dan volume ekspor.
Sebagai langkah nyata, KKP telah melakukan pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan pada Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala menengah hingga besar. Hasilnya di tahun 2013, capaian menggembirakan ditunjukkan dengan diterimanya 119 unit UPI ke negara mitra. Capaian yang melampaui target hingga lebih dari 200 persen itu, dikarenakan terbukanya pasar Asia seperti Korea, Tiongkok, Vietnam sebagai tujuan pengembangan ekspor hasil perikanan. Adapun rincian masing-masing negara mitra di antaranya, Uni Eropa sebanyak 12 Unit, Kanada sebanyak 6 Unit, Korea sebanyak 22 Unit, Tiongkok sebanyak 38 Unit, dan Vietnam sebanyak 26 unit.













