SURABAYA-Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo meminta penerapan ekonomi syariah harus berprinsip barokah, mudah dan murah. Upaya itu perlu restrukturisasi skema pembiayaan, agar kelompok kecil benar-benar bisa tertolong oleh pembiayaan syari’ah. “Kami memuji program syariah yang ditawarkan oleh perbankan, yang khusus diberikan kepada kelompok kecil atau deliberalisasi terhadap kelompok kecil, maka semboyan ekonomi syariah ini harus barokah, murah dan mudah,” jelas Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur saat Pers Conference “Indonesia International Conference On Islamic Finance 2014” di Ballroom Hotel JW Marriot, Surabaya, Senin (3/11).
Seminar berlangsung tanggal 3-4 November 2014 diikuti oleh pembicara maupun peserta dari 15 negara yaitu Malaysia, indonesia, Pakistan, Mozambique, Bahrain, Yaman, Jepang, Maldives, UEA, Mauritania, Thailand, Suriname, Amerika Serikat, Kazakhstan dan Saudi Arabia. Hadir juga Presiden Islamic Development Bank (IDB) Group Dr. Ahmed Mohammed Ali. Selain itu akan ada penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara OJK dengan Dubai Services Authority (DFSA).
Menurutnya, masuknya konsep ekonomi syariah ke Jatim sangat ideologis. Sebab hampir 97 persen masyarakat di Jatim adalah muslim, dan hampir semuanya menjunjung tinggi etika dan moral. ”Jatim terkenal dengan ikon keislamannya, oleh sebab itu Pemprov berkomitmen dalam pengembangan ekonomi syariah ini,” imbuhnya.















