Bahkan katanya, Jatim memiliki institusi yang mendukung penerapan ekonomi syariah, karena terdapat enam ribu Pondok Pesantren (PP) yang tersebar di seluruh wilayah. Selain itu, semua kyai juga mendukung serta menyetujui skema pemibayaan syari’ah. “Ada dua kepentingan besar yang kita selesaikan, selain skema pembiayaan yang benar, juga kelompok kecil bisa terbantu. Dua hal ini merupakan titik tengah atas berbagai masalah liberalisasi, dan bisa melindungi PP dari kepentingan kapitalis,” ungkapnya.
Terkait bank pemerintah yaitu Bank Jatim dan Bank UMKM akan didorong menjadi bank yang berkonsep financial inklusif. Konsep tersebut bermaksud agar suatu saat nanti orang non muslim mau menggunakan lembaga keuangan syariah.Karenanya seijin dan sepengetahuan BI dan OJK, Bank Jatim akan didorong supaya syariahnya semakin besar. “Tahun 2016 akan kita usahakan untuk mempercepat Spin Off Bank Jatim Syariah,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, seminar diselenggarakan bertujuan untuk mengelaborasi berbagai hal terkait implementasi keungan syariah. Selain itu, juga dalam rangka melanjutkan dan mendorong pengembangan keuangan syariah serta mengkomunikasikan perkembangannya.















