Dengan premi yang terjangkau dan pembayaran premi hanya selama 10 tahun, nasabah bisa mendapatkan perlindungan selama 25 tahun. UP yang akan didapat bisa mencapai Rp3 miliar.
Selain itu terdapat manfaat pengembalian premi hingga 150% bila tidak ada klaim atas penyakit kritis selama masa perlindungan.
Jika pasien dirawat di ruang rawat intensif lebih dari 8 hari, tersedia manfaat rawat inap berupa 20% UP (sampai maksimal Rp250 juta).
Ada juga manfaat meninggal dunia karena sebab apapun hingga 150% UP.
Selain itu, nasabah akan mendapatkan fasilitas asuransi gratis bagi buah hati berusia kurang dari 18 tahun berupa 20% UP (sampai maksimal Rp200 juta) untuk risiko penyakit kritis NCD dan kegagalan sistem/fungsi organ serta manfaat 4% UP (sampai maksimal Rp40 juta) jika harus dirawat inap jangka panjang di ruang perawatan intensif untuk rawat inap lebih dari 8 hari.
Nasabah juga dapat menambahkan rider sesuai kebutuhan, yaitu:
y SOFI – Parent Protector, perlindungan untuk orang tua dari Tertanggung berupa UP hingga Rp200 juta dan pengembalian premi yang sudah dibayarkan jika terkena alzheimer, demensia, kanker, parkinson, dan kegagalan sistem pernafasan tahap akhir.
Terdapat juga manfaat pengembalian total premi asuransi tambahan yang telah dibayarkan jika orang tua Tertanggung meninggal dunia dan jika tidak ada klaim selama masa pertanggungan.
y SOFI – Additional NCD Protector, manfaat pembebasan premi untuk perlindungan penyakit kritis NCD dan 100% pengembalian UP jika didiagnosis mengalami jenis penyakit kritis NCD kedua.
y SOFI – Comprehensive Protector, manfaat jika didiagnosis penyakit kanker tahap awal berupa 20% UP (sampai maksimal Rp500 juta) dan pembebasan premi selama 12 bulan.
Terdapat juga manfaat 50% UP (sampai dengan Rp1 miliar) jika didiagnosis mengalami kegagalan pada salah satu sistem/fungsi organ di tahap menengah dan pembebasan premi selama 12 bulan.
Waspada Penyakit Demensia: Sequis Gelar Webinar untuk Edukasi Nasabah & Masyarakat
Demensia umumnya terjadi pada lansia yang berusia di atas 65 tahun.
Adanya faktor risiko lainnya seperti hipertensi, diabetes, riwayat cedera kepala, obesitas, hiperkolesterol juga dapat menjadi faktor pemicu lansia mengalami Demensia Alzheimer.
Fakta ini mendorong Sequis memberikan edukasi melalui webinar Life Talk with Sequis Alzheimer & Dementia for Elderly (18/02) untuk berbagi pengetahuan tentang tindakan preventif, pengobatan penyakit Demensia Alzheimer, dan cara membangun pola hidup berkualitas bagi ODD & caregiver dengan menggandeng Alzheimers Indonesia (ALZI) dengan pembicara dokter Spesialis Saraf & Champion ALZI, dr. Sheila Agustini, Sp.S.
“Gejala awal dari Demensia Alzheimer adalah kepikunan, lupa meletakan barang pribadinya, mengalami perubahan emosi dan perilaku yang cukup signifikan, dan ada juga sampai lupa arah jalan pulang ke tempat tinggalnya. Jika mendapati sejumlah gejala tersebut, sebaiknya dilakukan pemeriksaan skrining Demensia, yaitu MMSE (Mini Mental State Examination). Ini adalah pemeriksaan fungsi kognitif sebagai deteksi dini untuk mengetahui apakah sudah terjadi penurunan fungsi kognitif atau Demensia. Bagi mereka yang sehat akan memberikan hasil normal sedangkan pada ODD akan terdeteksi penurunan skor,”ujar dr. Sheila.
Mengingat biaya perawatan yang tidak sedikit dan tahapan pengobatannya cukup kompleks, kita bisa melakukan tindakan preventif dengan menjalankan pola hidup sehat termasuk mengonsumsi diet nutrisi seimbang, menghindari rokok dan alkohol, istirahat cukup, rutin berolahraga serta kelola stres.














