JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Ratusan umat Katolik menggelar Aksi Seribu Lilin dan Doa di depan Nunciatura Apostolik (Kedutaan Besar Vatikan) sebagai bentuk solidaritas kepada Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM. Aksi berlangsung setelah Uskup Bogor itu mengundurkan diri pada 19 Januari 2026 dan kembali ke Rumah Persaudaraan OFM pada 7 Februari 2026.
Aksi yang berlangsung menjelang senja tersebut dibingkai bukan sebagai demonstrasi konfrontatif, melainkan peristiwa iman. Di tengah nyala lilin, orasi bertajuk Cahaya Kebenaran disampaikan oleh Yustinus Prastowo, yang memberi makna teologis sekaligus kritis terhadap peristiwa yang mengguncang Keuskupan Bogor.
“Kita berkumpul bukan sebagai massa yang menuntut, bukan pula sebagai hakim yang mengadili, melainkan sebagai umat beriman yang membawa lilin. Lilin adalah simbol terang yang memungkinkan umat saling melihat dengan jernih,” ujar Prastowo.
Prastowo menegaskan bahwa berhentinya seorang uskup bukan sekadar pergantian administratif. “Ini bukan peristiwa biasa yang berlalu setelah tidur malam. Ini peristiwa iman yang merobek rasa aman pastoral dan mengguncang kolektivitas,” katanya.
Nada ini sejalan dengan kegelisahan umat yang hadir. Mereka menilai rangkaian peristiwa seputar pengunduran diri Mgr. Paskalis menyisakan pertanyaan serius, terutama terkait proses yang ditempuh sebelum keputusan diambil.











