JAKARTA-Pemerintah memacu pengembangan industri kreatif dari Palembang, Sumatera Selatan seiring beragamnya produk dan pelaku usaha muda yang terus bertambah. Kain songket dan kuliner menjadi produk unggulan dari kota yang dibelah Sungai Musi itu. Apalagi, kekhasan songket Palembang diperkaya oleh pengaruh perpaduan beberapa budaya yang mewarnai sosial-budaya itu. Bahkan, kain songket Palembang mendapat pengaruh cukup kuat oleh India dan Tiongkok. ”Cantiknya songket Palembang juga didukung oleh telatennya para perajin memasukkan pernik-pernik yang detail. Jadi ada unsur ’craftmanship’ yang terus dipertahankan. Juga semakin berkembang oleh kreativitas desainer dan pelaku usaha mudanya,” kata Menperin Saleh Husin saat meresmikan pembukaan Pameran Sriwijaya Exhibition III, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (6/10).
Songket Palembang juga tampak selaras pada jenis kain-kain songket di wilayah lain seperti Jambi, Riau, dan Medan. Kain ini menunjukkan cita rasa yang mewakili kebesaran orang-orang yang mengenakan.
Kuliner Palembang juga menjadi fokus pengembangan lebih lanjut. Ragamnya beraneka macam mulai dari yang berbasis pempek antara lain lenjer, kapal selam, keriting hingga pempek kulit. Selain itu, terdapat jenis lainnya seperti kue bluder, masakan laksan dan celimpungan. Teknologi informasi dan media sosial bisa dimaksimalkan untuk pemasaran songket dan kuliner. “Beberapa pelaku usaha pempek di Palembang sudah mulai mengirimkan produknya melalui paket keluar daerah, nilai jualnya adalah jaminan keaslian bahan baku, proses produksi dan cukanya benar-benar dari Palembang,” ungkap Saleh, berpromosi.














