Prospek pertumbuhan jangka menengah Indonesia tetap solid.
“Kami memperkirakan, tren pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi sekitar 4,6% dalam lima tahun mendatang,” katanya.
Louis menegaskan, meskipun tingkat pertumbuhan tersebut berada di kisaran menengah jika dibandingkan dengan ekonomi negara berkembang Asia, namun tingkat pertumbuhan itu termasuk kuat dalam konteks global.
Sebagai informasi, dalam seminar dertajuk “Menyeimbangkan Tantangan Jangka Pendek dengan Tujuan Kebijakan Jangka Panjang” ini, PEFINDO, lembaga pemeringkat kredit pertama dan terbesar di Indonesia, bersama dengan S&P Global Ratings, lembaga pemeringkat kredit independent terkemuka di dunia, menyelenggarakan seminar Annual Indonesia Credit Spotlight yang ketiga di Jakarta.
Dalam seminar ini, PEFINDO dan S&P Global Ratings menghadirkan 2 (dua) tamu kehormatan, yaitu Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Prof. Suahasil Nazara yang memberikan Pidato Kunci serta Managing Director Finance Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Arief Budiman pada sesi eksklusif Fireside Chat yang membahas mengenai Danantara.
Selain itu, seminar ini juga diisi oleh Economist dan Sovereign Analyst dari S&P Global Rating yang membahas mengenai perkembangan kebijakan ekonomi pemerintah dalam menghadapi tantangan jangka pendek dan meraih tujuan jangka panjang, serta tren kredit utama yang akan membentuk masa depan keuangan Indonesia.















