ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Investasi

Standard Chartered dan MAMI Ajak Investor Indonesia Diversifikasi ke Banyak Negara

gatti Reporter : gatti
18 Feb 2021, 1 : 17 PM
3.1k 95
0
Kerja Sama Standard Chartered Bank Indonesia dan Manulife Aset Manajemen Indonesia

Kerja Sama Standard Chartered Bank Indonesia dan Manulife Aset Manajemen Indonesia

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

JAKARTA-Standard Chartered Bank Indonesia (“Standard Chartered”) mengumumkan pemasaran reksa dana Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS (“MAGOLD”), reksa dana syariah kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (“MAMI”) yang berinvestasi pada efek luar negeri (offshore).

MAGOLD menawarkan peluang untuk diversifikasi investasi bagi investor Indonesia di dua pasar besar di Asia, yaitu China & India, dalam satu produk reksa dana.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami secara konsisten menambahkan lebih banyak produk investasi untuk memenuhi perkembangan kebutuhan para nasabah di Standard Chartered. Dalam tiga bulan terakhir, pada periode November 2020 hingga Januari 2021, kami melihat minat para nasabah kami terhadap produk reksa dana dengan denominasi dolar AS, baik onshore maupun offshore, terus mengalami peningkatan,” ujar Andrew Chia, Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets (Australia, Brunei & the Philippines), Standard Chartered di Jakarta, Kamis (18/2).

BacaJuga :

BDO Indonesia dan Pemprov Jabar Teken MoU Strategis untuk Penguatan ESG dan Kemudahan Investasi

Dua Anak Usaha Exploitasi Energi (CNKO) Lakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp248,220 Miliar

Scroll untuk lanjutkan membaca.

“Volume penjualan reksa dana dengan denominasi dolar AS meningkat secara signifikan sebesar 52% di periode yang sama. Sementara volume penjualan reksa dana offshore sendiri meningkat sebesar 38%. Kami yakin MAGOLD dapat menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi para nasabah Standard Chartered, khususnya nasabah yang berminat untuk berinvestasi dalam mata uang dolar AS sekaligus ingin melakukan diversifikasi portfolio dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan di China dan India,” terangnya.

Sementara itu, Interim President Director MAMI, Afifa, Director mengatakan, Reksa dana Manulife Saham Syariah Golden Asia Dolar AS atau MAGOLD merupakan reksa dana saham syariah offshore terbaru yang dikelola oleh MAMI.

MAGOLD menawarkan peluang investasi dari dua perekonomian terbesar di kawasan negara berkembang saat ini, yaitu China dan India.

“Kedepannya, kedua negara ini juga masih memiliki potensi pertumbuhan, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun perkembangan pasar sahamnya. Didukung oleh populasi yang besar, China dan India memiliki potensi ekonomi yang besar. Di tahun 2030, China dan India diperkirakan akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar di dunia dan memiliki peranan yang semakin penting dalam perekonomian global,” jelasnya.

Lebih lanjut Afifa menjelaskan bahwa MAGOLD mengalokasikan 80% – 100% dari aset yang dikelola untuk diinvestasikan di instrumen saham syariah di Kawasan China dan India serta 0% – 20% di instrumen pendapatan tetap, sukuk, atau pasar uang yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Sesuai tolok ukurnya, MAGOLD akan mengalokasikan sekitar 70% dari aset yang dikelola pada kawasan China dan 30% di India.

Andrew menambahkan, nasabah Standard Chartered dapat berinvestasi di reksa dana MAGOLD dengan nyaman melalui aplikasi SCMobile.

Seluruh transaksi reksa dana, baik subscription, switching, maupun redemption dapat dilakukan melalui aplikasi ini.

Selain MAGOLD, nasabah juga dapat membeli reksa dana kelolaan MAMI lainnya.

Saat ini Standard Chartered merupakan satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki seluruh ragam produk reksa dana dengan denominasi dolar AS kelolaan MAMI, sehingga memudahkan para nasabah kami dalam melakukan one-stop investing pada produk MAMI.

Selain MAGOLD, dua reksa dana saham syariah offshore kelolaan MAMI lainnya yang tersedia di Standard Chartered adalah Manulife Saham Syariah Global Dividen Dolar AS (MANSYAG) dan Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF).

MANSYAG adalah reksa dana global dengan fokus investasi pada negara Amerika Serikat dan kawasan Eropa.

MANSYAG berinvestasi pada saham-saham perusahaan skala global dan pemimpin industri, dengan rekam jejak yang panjang, fundamental teruji serta profitabilitas yang berkesinambungan.

Keunggulan MANSYAG adalah memiliki fitur pembagian hasil investasi, dengan potensi distribusi penghasilan setiap enam bulan.

Sedangkan, portofolio MANSYAF terdiversifikasi dengan berinvestasi pada saham-saham di berbagai negara yang ada di kawasan Asia Pasifik, khususnya di Asia Utara.

Reksa dana denominasi dolar AS kelolaan MAMI lainnya yang tersedia di Standard Chartered adalah Manulife Greater Indonesia Fund (MGIF) dan Manulife USD Fixed Income (MANUFIX) yang merupakan reksa dana onshore.

Potensi pertumbuhan ekonomi China dan India

China dan India saat ini menjadi dua perekonomian terbesar di kawasan negara berkembang, dan kedepannya masih akan memiliki potensi pertumbuhan yang pesat karena didukung oleh tiga faktor, yaitu peluang pertumbuhan, transformasi industri, dan reformasi kebijakan.

Halaman :
12Berikutnya
Tags: MAMIManulife Aset Manajemen IndonesiaManulife Saham SyariahReksa DanaStandard Chartered
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Menanggapi Tulisan Bernada Buzzer Penghina Kwik Kian Gie

Berita Selanjutnya

Industri Kelontong Online Indonesia Siap Mencapai GMV USD6 Miliar di 2025

Berita Terkait

pertumbuhan penerbitan sukuk global selama Kuartal II-2021 didukung oleh peningkatan minat investor untuk menempatkan modal di instrumen suku, adanya kebutuhan refinancing dan diversifikasi pendanaan yang dilakukan oleh emiten.
Investasi

Fitch Pertahankan Peringkat Utang Indonesia pada BBB dan Menyesuaikan Outlook Menjadi Negatif

5 Mar 2026, 7 : 11 AM
pertumbuhan penerbitan sukuk global selama Kuartal II-2021 didukung oleh peningkatan minat investor untuk menempatkan modal di instrumen suku, adanya kebutuhan refinancing dan diversifikasi pendanaan yang dilakukan oleh emiten.
Investasi

Fitch Nilai Durasi Konflik Iran Jadi Penentu Stabilitas Peringkat

3 Mar 2026, 7 : 18 PM
BDO Indonesia dan Pemprov Jabar Teken MoU Strategis untuk Penguatan ESG dan Kemudahan Investasi
Investasi

BDO Indonesia dan Pemprov Jabar Teken MoU Strategis untuk Penguatan ESG dan Kemudahan Investasi

27 Feb 2026, 6 : 15 PM
Dua Anak Usaha Exploitasi Energi (CNKO) Lakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp248,220 Miliar
Investasi

Dua Anak Usaha Exploitasi Energi (CNKO) Lakukan Transaksi Afiliasi Senilai Rp248,220 Miliar

22 Feb 2026, 2 : 17 PM
Kembangkan Ekosistem 5G, WIFI (Surge) Resmi Bermitra dengan Qualcomm
Investasi

SURGE dan Bina Karya Berkolaborasi Bangun Infrastruktur ICT di Ibu Kota Nusantara (IKN)

19 Feb 2026, 3 : 10 PM
Soraya Berjaya Indonesia Patok Harga IPO Rp125, Siap Raih Dana Rp30 Miliar
Investasi

Soraya Berjaya Indonesia (SPRE) dan RedDoorz Jalin Kolaborasi Strategis

18 Feb 2026, 9 : 26 PM
Berita Selanjutnya
Industri Kelontong Online Indonesia Siap Mencapai GMV USD6 Miliar di 2025

Industri Kelontong Online Indonesia Siap Mencapai GMV USD6 Miliar di 2025

Media OutReach Bangun Kemitraan Strategis Bersama XFA Tiongkok

Media OutReach Bangun Kemitraan Strategis Bersama XFA Tiongkok

ISAT Lapor ke OJK Terkait Rencana Penjualan 4.000 Menara

ISAT Lapor ke OJK Terkait Rencana Penjualan 4.000 Menara

Berita Populer

  • Dipicu Saham TLKM, UNVR, ASII, BUMI dan DEWA, IHSG Sesi I Turun 53% ke 8.079,321

    Turun 1,60%, IHSG Sesi I Dekati 8.100 Terimbas BBCA, BMRI, TLKM, UNVR dan ASII

    3246 shares
    Share 1298 Tweet 812
  • Turnamen MASTA CUP 1 Se-Jabodetabek Siap Digelar: 24 Tim Bersaing, Wali Kota Hadir Langsung!

    3245 shares
    Share 1298 Tweet 811
  • Awal Perdagangan, IHSG Anjlok 1,42% Dipicu Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, BUMI dan DEWA

    3239 shares
    Share 1296 Tweet 810
  • Ray Rangkuti: Pilpres 2029 Pertarungan Gibran dan Sjafrie untuk Damping Prabowo

    3238 shares
    Share 1295 Tweet 810
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3556 shares
    Share 1422 Tweet 889

Opini

DPR Desak Polisi Usut Asal Usul Senpi Laras Panjang Dalam Bentrokan di Kemang

DPR Sebut Pasal 292 UU Kepailitan Tak Bertentangan UUD 1945

5 Mar 2026, 6 : 45 AM
Martina, Perempuan Tangguh di Manggarai Timur yang Menolak untuk Menyerah

Martina, Perempuan Tangguh di Manggarai Timur yang Menolak untuk Menyerah

5 Mar 2026, 12 : 00 AM
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Pilpres Mirip SBY di Tahun 2004

Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Pilpres Mirip SBY di Tahun 2004

5 Mar 2026, 6 : 32 AM
Jababeka (KIJA) Bidik Marketing Sales Rp3,75 Triliun pada 2026

Jababeka (KIJA) Bidik Marketing Sales Rp3,75 Triliun pada 2026

4 Mar 2026, 9 : 23 PM
Semester I-2020, Laba Bersih ARNA Naik Jadi Rp120,64 Miliar

Minta Restu RUPS di Bulan April 2026, Arwana Citramulia Siap Buyback Saham Senilai Rp100 Miliar

4 Mar 2026, 9 : 17 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.