Belvin menyatakan, tingkat literasi dan inklusi di pasar modal masih rendah, jika dibandingkan dengan sektor perbankan, karena materi edukasi belum sesuai dengan keinginan para investor pemula.
“Untuk itu, materi yang diberikan Ilmu Saham didesain dengan sangat mudah untuk dipahami oleh investor,” imbuhnya.
Ke depan, kata Belvin, perusahaan berencana untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti regulator dan pelaku usaha untuk meningkatkan literasi dan inklusi di sektor pasar modal.














