CEO Pigijo Claudia Ingkiriwang mengatakan, melalui IPO dan sebagai startup asli Indonesia, Pigijo dapat dimiliki bersama oleh masyarakat luas. “Sesuai dengan nilai inti dari PGJO, diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk membangun ekosistem pariwisata dari Sabang sampai Merauke,” ujar Claudia.
Selain itu, Claudia berharap setelah Pigijo melantai di bursa, dapat menjadi inspirasi untuk startup lainnya agar juga berani untuk melantai di bursa, khususnya dimana OJK dan BEI telah memberikan kemudahan dengan dibukanya papan akselerasi untuk UMKM dan startup.
“Dengan model bisnis yang hati-hati, namun tetap dinamis dalam melihat perubahan teknologi dan kebutuhan pasar khususnya di industri pariwisata Indonesia, dapat membangun semangat dari Pigijo untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat kepada seluruh pemegang saham,” kata Claudia.
Dengan IPO, Pigijo berharap dapat memberikan kontribusi bagi dunia pariwisata Indonesia.
Ke depan, target Pigijo tidak hanya menggandeng wisatawan domestik, tapi juga wisatawan mancanegara, sehingga dapat membantu Kemenparekraf dalam memenuhi target kunjungan wisata.
“Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder pariwisata, tak terkecuali masyarakat Indonesia sebagai tuan rumah,” ujarnya.














