Namun juga pada gejolak harga yang merupakan salah satu dampak kekurangan pasokan. Harga yang murah di tingkat petani terjadi akibat masih besarnya pengaruh atau peran tengkulak .
“Untuk keperluan bibit, pupuk dan lainnya sebagian besar dipenuhi tengkulak,” jelas dia lagi.
Harga murah yang diterima petani membuat salah satu faktor kurang banyaknya produksi. “Oleh karena itu dewasa ini Kementerian Pertanian terus memangkas mata rantai perdagangan agar harga bagua di petani dan Kemendag dan Bulog mengambil peran untuk membantu pengadaaan guna ketersediaan pasokan,” kata Enggartiasto. ***














