Faktor lainnya dari domestik adalah perekonomian Indonesia yang dipandang masih tetap bagus.
Hal ini didukung oleh angka inflasi bulan Agustus 2023 yang tetap terjaga di kisaran sasaran 3,0±1% dan relatif stabilnya nilai tukar Rupiah (yang menjadi salah satu penopang utama sentimen terhadap aset investasi Indonesia, baik untuk portofolio investasi maupun penanaman modal).
Dibandingkan mata uang negara lain yang hampir seluruhnya melemah terhadap dolar AS, pelemahan Rupiah masih lebih terjaga.
Indikator positif selama tiga pemilu terakhir
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pertumbuhan positif pada tiga pemilu terakhir.
Pada tahun 2009, 2014, dan 2019, IHSG tercatat tumbuh sebesar 87,0%, 22,3%, dan 1,7% secara berurutan, menunjukkan bahwa IHSG naik atau positif di tahun pesta demokrasi.
Secara historis pula, investasi riil tetap berjalan walau mengalami sedikit penurunan pertumbuhan di tahun-tahun pemilu yang mengindikasikan kecenderungan para pelaku bisnis untuk menunda investasi di tahun politik.
Pemilihan aset investasi
Pasar obligasi menunjukkan potensi pertumbuhan ke arah positif.
Optimisme terhadap pasar obligasi pun terjaga dengan baik, didukung oleh imbal hasil riil yang menarik dan fundamental makroekonomi yang kuat.













