Tahun 2016, DD diperkirakan sebesar Rp 47.684,7 miliar sehingga rata-rata DD perdesa sebesar Rp 643,6 juta. ADD senilai Rp 37.564,4 miliar, bagi hasil PDRD Rp 2.412,4 miliar. Sehingga diperoleh total sebesar Rp 87.661,5 miliar dan rata-rata perdesa Rp 1.183,1 juta.
Tahun 2017, DD diperkirakan senilai Rp 81.184,3 miliar sehingga rata-rata DD per Desa Rp 1.095,7 juta. Tambahan dari ADD sebesar Rp 42.285,9 miliar, bagi hasil PDRD Rp 2.733,8 miliar sehingga total dana yang ditransfer ke desa sebesar Rp 126.204,2 miliar sehingga rata-rata per desa didapat Rp 1.703,3 juta.
Tahun 2018, DD yang dialokasikan dari APBN diperkirakan naik menjadi Rp 103.791,1 miliar dengan rata-rata DD per desa Rp 1.400,8 juta. Tambahan dana dari ADD sebesar Rp 55.939,8 miliar, bagi hasil PDRD Rp 3.055,3 miliar. Sehingga total dana yang didapat oleh Desa sebesar Rp 162.786,3 miliar atau rata-rata per Desa senilai Rp2.197,1 juta.
Tahun 2019, DD diperkirakan meningkat lagi menjadi Rp 111.840,2 miliar sehingga rata-rata DD perdesa sebesar Rp 1.509,5 juta. Sedangkan tambahan dana lain yang masuk ke desa berupa ADD Rp 60.278,0 miliar, bagi hasil PDRD Rp 3.376,7 miliar. Sehingga total dana yang akan masuk ke desa diperkirakan sebesar Rp175.494,9 miliar atau rata-rata perdesa senilai Rp 2.368,6 juta. “Pusat Kajian Keuangan Negara merekomendasikan agar pemerintah dapat mereformulasi strategi penanggulangan kemiskinan, khususnya di desa agar sejalan dengan visi Nawacita,” tuturnya.













