Untuk menggali penilaian dengan lebih objektif, PMV akan berbicara dengan pemain di pasar tersebut untuk mengetahui persepsi, tingkat kepuasan, dan minat mereka terhadap startup ini.
Ketiga adalah menilai produk, produk yang ditawarkan harus memiliki unique value proposition (USP) yang jelas serta diferensiasi dengan kompetitor.
Saat menilai startup tahap awal, biasanya investor tidak punya cukup data terkait biaya dan profitabilitas.
Penilaian akan mengandalkan aspek-aspek kualitatif, atau hanya bisa membandingkan dengan proxy data (mis. Jumlah download) dan benchmark dengan bisnis serupa. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi investor saat harus menilai startup dengan data kuantitatif yang minim.
Terakhir, investor akan menilai performa operasional dan finansial.
Di tahap ini, PMV semakin kritis terhadap kemampuan eksekusi startup, mulai dari laporan keuangan historis, proyeksi, unit ekonomi atau struktur biaya, dan potensi profitabilitas.
Potensi startup untuk exit juga menjadi faktor pertimbangan investasi.
Menyamakan visi dan misi antara investor dan investee
Dari perspektif PMV spesialis pendanaan mikro yang kerap menyasar bisnis non-teknologi dan UMKM, Chrismanto Saragih Ketua III AMVESINDO menekankan pentingnya menyamakan visi dan misi antara investor dan calon investee.















