Kemudian Fadil Fasion Ambarita (15 tahun, kelas 9 SMP swasta di Kecamatan Sidamanik; Hylton Reymandus Ambarita (13 tahun, kelas 8 SMP swasta di Kecamatan Sidamanik.
Adapun si bungsu perempuan satu-satunya, Avelina Ambarita (umur 10 tahun), masih duduk di bangku kelas 5 SD Negeri Sihaporas.
Mersi bertolak dari Sihaporas, di kawasan Danau Toba, dan tiba di Jakarta Selasa 27 Agustus.
Ia dan pejuang tanah adat akan terus mencari keadilan di Jakarta sampai dengan Jumat 13 September 2024.
Ia meminta agar suami, yang disebutnay sebagai pejuang tanah adat dan lingkungan hidup bukanlah penjahat.
Suaminya dan lima orang lainnya adalah pegiat masyarakat adat yang hidup dan bertumpu pada alam sekitar.
Mereka bukan teroris, bukan koruptor, bukan pembunuh, jadi jangan ditangkap.
“Bebaskan suami saya dan pejuang masyarakat adat, sekarang juga,” pinta Mersi Silalahi.
Thomson Ambarita (45 tahun), suami Mersi, tengah mendekam di dalam tahanan karena ditangkap personel polisi dari Polres Simalungun, Suamtera Utara, pada Senin 22 Juli, jam 03.00 WIB. Saat sedang terlelap tidur.
Kala itu, puluhan personel polisi dan security PT TPL, menyerbu gubuk posko Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) di kawasan Danau Toba, tepatnya di Buttu Pangaturan, Desa/Nagori SIhaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.













