“Faktor eksternal menyangku masalah suku bunga The Fed, harga komoditas global stagnan. Adapun faktor internal menyangkut besarnya subsidi BBM, dan defisit neraca berjalan,” kata Jokowi.
Oleh sebab itu, dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan rencana pemerintah untuk melakukan pengalihan subsidi BBM ke subsidi pupuk dan benih, irigasi dan bendungan.
Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan targetnya pada tiga tahun mendatang telah swasembada pangan. “Bukan hanya beras namun komoditas pangan lainnya,” tegasnya.
Untuk itu, menurut Presiden Jokowi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (Kemen PU dan Pera) bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) akan melakukan perbaikan yang terintegrasi dengan program pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.
Selain itu, lanjut Jokowi subsidi BBM akan diarahkan kepada mesin kapal dan pendingin ikan. Kemudian, penambahan modal usaha mikro, dan juga tanbahan biaya infrastruktur. “Infrastruktur seperti pelabuhan dan targetnya ada 24 yang diperluas dan dibangun melalui investasi,” kata Presiden Jokowi seraya berharap dipermudahnya masalah perizinan dan pembebasan.














