JAKARTA-Sudah waktunya pemerintah membuka kran pengelolaan Elpiji agar dikelola BUMN lainnya. Sehingga terjadi kompetisi. Karena selama ini hanya Pertamina saja yang memonopoli Elpiji. “Buka saja pengelolaan Elpiji ini untuk BUMN lainnya. Dengan begitu terjadi persaingan,” kata Pendiri Econit, Rizal Ramli dalam diskusi “Gas Alam Untuk Rakyat “ di Jakarta, Kamis, (9/1)
Dulu juga begitu, kata mantan Menko Perekonomian era Gus Dur ini, jaman Soeharto, PT Telkom memonopoli soal telekomunikasi. Tapi begitu ada kompetitor harga tarif telpon menjadi murah.
Sangat berbahaya, kata Rizal, mengelola negara dengan berdasarkan ‘The Economic of choise’. “Dulu, memaksa rakyat untuk menggunakan gas. Namun setelah memakai gas, malah dinaikkan seenaknya. Inikan saja sama tidak memberikan Rakyat tak diberi pilihan,” tambahnya.
Sekarang ini, lanjut Rizal, Elpiji itu sudah menjadi kebutuhan dasar rakyat. Karena itu harganya tidak boleh diserahkan pada mekanisme pasar. “Dirut Pertamina dan Meneg BUMN Dahkan Iskan, harus belajar lagi soal UUD. Mereka tidak memahami konstitusi. Jangan lagi pakai pendekatan komersil,” terangnya.
Malah Rizal mempertanyakan soal kerugian yang diderita Pertamina. “Apa iya Pertamina rugi, buktinya mau bangun tower yang tingginya 530 meter, dengan tingkat 99 lain. Bahkan tower ini tertinggi nomor 5 di dunia,” paparnya.














