Apa lacur, Anda justru gemar menebar angin. Sejauh saya catat, Presiden Jokowi tak pernah berbicara negatif tentang Anda. Filosofi ‘mikul dhuwur mendhem jero’ dipegang erat, sebagai sahabat. Kini, Sudirman Said diuji oleh semburan ucapannya. Sejauh mana publik masih dapat meyakini klaim Anda sebagai punggawa integritas dan penjaga moral bangsa? Waktu belum terlambat untuk kembali ke jalur kewarasan. Tanpa klarifikasi yang jujur, saya khawatir teka teki ini akan menjebak Anda pada pilihan sulit: Anda penjilat atau pendusta? ***
Penulis adala Alumnus STAN yang juga Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA)












