JAKARTA – Pemerintah terus menyiapkan tenaga trampil untuk mensukseskan program makan siang bergizi (MBG) yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengungkapkan, sejauh ini, Badan Gizi Nasional (BGN), telah menyiapkan 1.000 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG ) dan sudah mengikuti pelatihan di Universitas Pertahanan (Unhan).
“Kepala SPPG yang sudah selesai itu mungkin sudah ada 1.000-an, sudah dididik di Unhan. Nanti penempatan mereka berdasarkan kesiapan dapur-dapur,” kata Hasan Nasbi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Dalam mengelola dapur, kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan seorang akuntan untuk memastikan kelancaran distribusi makanan juga mengawasi secara ketat kualitas makanan dan standar gizi yang disalurkan kepada anak-anak dan ibu hamil.
Untuk memimpin tata kelola dan operasional dapur-dapur umum MBG hingga pertengahan 2025, lanjut Hasan, pemerintah mencari 5.000 orang SPPG.
” Sepanjang tahun 2025 target dapur MBG-nya sebanyak 5.000. Nanti kepala dapurnya wajib SPPG. Jadi, SPPG yang dibutuhkan juga 5.000,” katanya.
Makan bergizi gratis, yang merupakan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka resmi diberlakukan hari ini di sekolah-sekolah dan posyandu di 26 provinsi di Indonesia.















