Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar pengembangan sektor pertanian ini terus betul-betul diperhatikan karena sektor ini bukan saja menyerap banyak tenaga kerja, tapi bisa menjadi pintu masuk untuk mensejahterakan rakyat, utamanya petani. “Hal ini selalu saya tekankan, karena kita ingin perekonomian bisa tumbuh secara berkualitas, di mana pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan memperkecil ketimpangan pendapatan,” tegas Presiden.
Untuk menopang pertumbuhan sektor pertanian, Presiden Jokowi meminta infrastruktur pendukung, seperti bendungan, saluran irigasi harus dipersiapkan dengan baik. Begitu juga dengan akses permodalan melalui skema KUR (Kredit Usaha Rakyat). Juga pengembangan industri pengolahan yang berkaitan dengan kesiapan tenaga listrik, suplai air baku, sampai dengan infrastruktur jalan transportasi, termasuk kereta api dan pelabuhan harus disiapkan.
Rapat terbatas dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukan Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkominfo Rudiantara, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Pertanian Amran Sulaeman, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.















