Untuk itu, SUNI terus melanjutkan langkah strategis pada tahun 2024 dengan meningkatkan penyertaan modal dan kapasitas produksi in-house di RTM. Dengan penambahan fasilitas tersebut, SUNI optimistis dapat memenuhi kebutuhan pelanggan baik secara volume maupun dari sisi waktu pengiriman.
“Pembangunan fasilitas ini juga nantinya akan mendukung upaya diversifikasi produk industrial pipe dan memperluas pangsa pasar di dalam maupun luar negeri. Perseroan menargetkan fasilitas plant 2 ini akan beroperasi pada tahun 2025 dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja operasional dan keuangan Perseroan ke depan serta menjamin ketersediaan OCTG tubing. Pada tahun 2024, SUNI juga akan menjalin joint venture bersama Jiangsu Jinshi Machinery Group (JMP) dengan pembentukan PT Petro Synergy Manufacturing yang menjadi strategic asset kedua bagi Perseroan untuk memproduksi wellhead in-house yang memenuhi TKDN serta standar internasional,” tambah Bambang.
Adapun Freddy Soejandy CFO dan Corporate Secretary SUNI menambahkan strategi jangka panjang SUNI ke depan tentunya membutuhkan dana yang besar. Tentunya, SUNI akan terbuka untuk aksi korporasi di masa depan.
Perseroan juga telah menyediakan capital expenditure (capex) sebesar Rp432 miliar untuk membangun plant 2 pada tahun 2024 dan telah menambah setoran modal ke RTM sebesar Rp152,8 miliar untuk menjamin ketersediaan produksi OCTG tubing in-house ke depannya.













