JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau disebut Superbank menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid sekaligus mencatatkan tonggak strategis sebagai perusahaan publik pasca pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2025.
Sepanjang tahun 2025, Superbank membukukan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax atau PBT) sebesar Rp143,3 miliar, menegaskan keberhasilan model bisnis digital berbasis ekosistem yang dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan.
Keberhasilan IPO tersebut memperkuat struktur permodalan Perseroan dan secara resmi menempatkan Superbank dalam kategori Bank Umum berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2.
Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank, menyampaikan, tahun 2025 merupakan periode transformasional bagi Superbank. SUPA merupakan bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank dan GXS.
“Kami mencatatkan laba untuk pertama kalinya pada kuartal pertama 2025 dan menutup tahun dengan pertumbuhan yang kuat di seluruh indikator utama. Momentum IPO tidak hanya memperkokoh struktur permodalan kami, tetapi juga semakin meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap Superbank sebagai bank dengan layanan digital yang tumbuh sehat, efisien, dan relevan,” ujarnya.















