Sementara itu, ekspor nonmigas Indonesia ke beberapa negara pada September 2024 dengan peningkatan terbesar, antara lain ke Swiss yang naik 273,91 persen, diikuti Federasi Rusia 43,29 persen, Brasil 37,22 persen, Hong Kong 35,93 persen, dan Belgia 18,60 persen, (MoM).
Ditinjau dari kawasannya, dia menyebut, kawasan tujuan ekspor nonmigas yang meningkat signifikan, di antaranya adalah Eropa Timur dengan kenaikan 63,81 persen, Afrika Barat 32,94 persen, dan Eropa Barat 25,00 persen.
Impor September 2024 Turun
Pada periode Januari—September 2024, total impor Indonesia tercatat sebesar USD 170,87 miliar.
Nilai
ini naik 3,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ini terutama didorong naiknya impor nonmigas sebesar 3,87 persen dan migas sebesar 3,80 persen (YoY).
Sementara itu, pada September 2024, impor Indonesia tercatat sebesar USD 18,82 miliar atau turun
8,91 persen dibandingkan Agustus 2024 (MoM).
Namun, secara tahunan, nilai ini naik 8,55 persen dibandingkan September 2023 (YoY).
Pelemahan impor September 2024 (MoM) terjadi baik pada sektor nonmigas sebesar 9,55 persen maupun sektor migas sebesar 4,53 persen dari bulan sebelumnya.
Mendag memaparkan, pada September 2024, seluruh impor golongan penggunaan barang turun.















