Impor bahan baku/penolong turun paling dalam, yaitu sebesar 9,69 persen, diikuti barang modal yang tercatat turun sebesar 7,15 persen dan barang konsumsi yang turun 6,37 persen (MoM).
“Penurunan impor seiring dengan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia periode September 2024 yang masih berada di zona kontraktif sebesar 49,2” paparnya.
Beberapa produk impor nonmigas dengan kontraksi terdalam secara bulanan pada September 2024 ini, antara lain, bahan bakar mineral (HS 27) yang turun 43,98 persen, logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71) 23,10 persen, bahan kimia organik (HS 29) 22,77 persen, barang dari besi dan baja (HS 73) 21,31 persen, serta ampas dan sisa industri makanan (HS 23) 19,14 persen (MoM).
Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia didominasi dari Tiongkok, Jepang, dan AS dengan
total pangsa 49,35 persen dari total impor nonmigas September 2024.
Beberapa negara asal impor
nonmigas dengan penurunan terdalam pada September 2024, di antaranya adalah Swedia yang turun
51,57 persen, Ukraina 40,09 persen, Federasi Rusia 36,57 persen, Prancis 35,32 persen, dan Kanada
turun 33,45 persen (MoM).















