kspor industri pengolahan juga naik sebesar 16,60 persen, namun sektor pertambangan dan lainnya turun 24,31 persen (CtC).
“Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada periode Januari—Agustus 2025 adalah kakao dan olahannya (HS 18) yang melonjak hingga 86,52 persen; aluminium dan barang daripadanya (HS 76) naik 68,86 persen; serta kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09) naik 58,66 persen,” ungkap Mendag Busan.
Jika dilihat dari negara tujuannya, Tiongkok, AS, dan India masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas dengan nilai total USD 73,63 miliar, atau 41,82 persen dari total ekspor nonmigas nasional Januari—Agustus 2025.
Sedangkan negara tujuan ekspor dengan lonjakan tertinggi secara kumulatif, antara lain, Swiss sebesar 181,73 persen, Bangladesh sebesar 38,70 persen, Brasil sebesar 38,58 persen, Thailand sebesar 35,03 persen, dan Mesir sebesar 33,70 persen.
Berdasarkan kawasannya, ekspor ke Afrika Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 74,31 persen, diikuti Asia Tengah sebesar 66,19 persen dan Afrika Timur sebesar 47,56 persen.
Kinerja Impor Barang Modal Secara Kumulatif Masih Meningkat
Pada Agustus 2025, kinerja impor Indonesia tercatat sebesar USD 19,47 miliar.














