Nilai ini turun 5,35 persen dibanding Juli 2025 (MoM) dan turun 6,56 persen dibanding Agustus 2024 (YoY). Nilai impor Agustus 2025 terdiri atas sektor migas sebesar USD 2,73 miliar dan nonmigas sebesar USD 16,74 miliar.
Secara kumulatif, impor Indonesia pada Januari—Agustus 2025 mencapai USD 155,99 miliar atau tumbuh 2,05 persen (CtC).
Peningkatan ini didorong impor nonmigas yang naik 4,85 persen menjadi USD 134,88 miliar dibanding Januari—Agustus 2024 yang sebesar USD 128,64 miliar.
Struktur impor Januari–Agustus 2025 masih didominasi bahan baku atau penolong dengan pangsa sebesar 70,89 persen, diikuti barang modal sebesar 20,08 persen dan barang konsumsi sebesar 9,03 persen.
Dibanding Januari—Agustus 2024, impor barang modal naik 17,94 persen sementara impor bahan baku atau penolong turun 1,09 persen dan barang konsumsi turun 2,85 persen (CtC).
“Kenaikan impor barang modal yang mencapai 17,94 persen turut disebabkan naiknya impor central processing unit (CPU); mesin untuk memilah, menyaring, memisahkan, dan mencuci; peralatan navigasi kapal; alat penerima portabel; dan alat berat. Meski impor bahan baku dan barang konsumsi turun, dominasi bahan baku dalam struktur impor tetap mencerminkan orientasi produktif ekonomi kita,” ujar Mendag Busan.














