Produk bahan baku atau penolong dengan penurunan terdalam pada Januari—Agustus 2025, yaitu gula tebu; batubara bitumen; kacang kedelai; bungkil untuk pakan ternak; dan polypropylene.
Di sisi lain, impor barang konsumsi turun terutama untuk pendingin ruangan, bawang putih, mobil listrik, buah pir, dan buah apel.
Sementara itu, secara umum, komoditas impor nonmigas dengan peningkatan tertinggi, antara lain, kakao dan olahannya (HS 18) sebesar 108,89 persen; kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) sebesar 77,43 persen; serta garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) sebesar 72,15 persen (CtC).
Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia pada Januari—Agustus 2025 didominasi Tiongkok, Jepang, dan AS dengan kontribusi gabungan mencapai 52,78 persen terhadap total impor nonmigas.
Sementara itu, negara asal impor dengan kenaikan tertinggi dibanding Januari—Agustus 2024 adalah Ekuador sebesar 102,75 persen; Uni Emirat Arab sebesar 62,74 persen; dan Arab Saudi sebesar 28,03 persen.














