SURABAYA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat kinerja perdagangan antar pulau berjalan on the track. Hingga triwullan III-2014, ekspor perdagangan dalam negeri mencapai Rp. 305,789 trilliun dan impor perdagangan sebesar Rp. 241.315 trilliun sehingga surplus Rp. 64.474 trilliun.
Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan untuk izin prinsip investasi, sampai dengan triwulan 3 tahun 2014 bedasarkan PMDN mencapai Rp. 24,08 trilliun dan PMA Rp. 72,44 trilliun. “Dari jumlah tersebut realisasi investasi PMDN mencapai Rp. 34,08 trilliun dan PMA sebesar Rp. 15,46 trilliun,” jelasnya.
Dia mengatakan Pemprov Jatim telah siap menghadapi pasar bebas ASEAN. Salah satunya adalah dengan menyiapkan laboratorium standarisasi industri kecil menengah (IKM). Upaya lainnya dengan melakukan standarisasi dan sertifikasi barang dan jasa.
Lab. Standarisasi IKM ini berbentuk mobil yang didalamnya terdiri dari berbagai macam kebijakan yang melayani standarisasi dan sertifikasi terhadap barang dan jasa. “Kami telah memesan beberapa mobil yang akan dilengkapi petunjuk tentang standarisasi dan sertifikasi barang dan jasa. Keberadaan mobil ini akan berkeliling di setiap daerah yang ada di Jatim,” ujarnya.
Dalam Lab. Standarisasi IKM tersebut akan dijelaskan secara detail pengetahuan bahan baku produk, cara desain produk, pemasaran, pelatihan, sertifikasi halal, Sertifikat Nasional Indonesia (SNI), perlindungan produk hingga peningkatan kualitas SDM secara teknis hingga manajerial.














