Survei SMRC juga menunjukkan tingkat dukungan terhadap Jokowi semakin menguat sebagaimana terlihat dalam tingkat elektabilitasnya. Ada indikasi kuat bahwa penguatan elektabilitas ini memiliki hubungan signifikan dengan tingginya kepuasan public atas kinerja Jokowi.
Sirojudin memprediksi, “jika sebagian besar public puas dengan kinerja Jokowi hingga menjelang hari pemilihan presiden 2019, maka Jokowi susah dibendung untuk kembali jadi presiden untuk periode kedua.”
Ketika ditanya dengan teknik top of mind, artinya responden diminta menyebut nama tanpa membaca daftar nama kandidat, persentase warga yang menyatakan akan memilih Jokowi sebagai Presiden kalau pemilu dilakukan sekarang mencapai 32,4%. Ini merupakan peningkatan signifikan dari Desember 2015 yang angkanya baru mencapai 21,4%.
Tokoh lainnya yang paling dekat selisih suaranya adalah Prabowo yang hanya dipilih 9,4% warga, yang merupakan penurunan dari Desember 2015 yang angkanya mencapai 11,8%.
Ketika ditanya dengan menggunakan daftar nama kandidat, prosentase warga yang memilih Jokowi meningkat menjadi 44,0%; sementara yang memilih Prabowo 15,5%.















