Sebanyak 79,6 persen masyarakat percaya dengan gaya kepemimpinan Gibran sebagai wapres, lalu yang sangat percaya 2,5 persen, cukup percaya 5,1 persen dan yang tidak percaya 5,1 persen.
Sisanya responden tidak menjawab atau menjawab tidak tahu.
“Tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap Wapres Gibran ini tidak terlepas dari gaya kepemimpinannya yang dinilai masyarakat partisipatif sebanyak 17,8 persen, kolaboratif sebanyak 16,9 persen, kreatif 15,9 persen, melayani 14,7 persen, demokratis 13,2 persen dan transformasional 10,6 persen,” ungkap dia.
Herry mengatakan, selain gaya kepemimpinan personal, Gibran juga memberikan kontribusi nyata terhadap satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal tersebut juga tergambar dari hasil survei di mana sebanyak 71,1 persen masyarakat menilai Wapres Gibran memiliki kontribusi besar dalam membantu Presiden Prabowo terutama dalam hal ekonomi dan industri kreatif.
Lalu yang menilai Wapres Gibran sangat berkontribusi sebanyak 7,4 persen, cukup berkontribusi 12,6 persen, tidak berkontribusi hanya 4,6 persen serta sisanya menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
“Mas Gibran ini tidak hanya terjebak dengan retorika elitis, tapi mampu membangun narasi-narasi kerakyatan yang terjun langsung dalam program-program nyata, yakni program-program sosial seperti sekolah rakyat, makan bergizi gratis, maupun kooperasi desa merah putih,” jelas Herry.















