Boni Hargens mengatakan, kedekatan Pak Jokowi dan Presiden Prabowo tidak hanya terkait Pilpres 2024 lalu tetapi terutama karena adanya kesamaan visi dan misi dalam membangun Indonesia menuju momen Emas 2045.
“Tentu saja Presiden Prabowo membutuhkan konsistensi laju pembangunan, trayektori kemajuan multisektoral, dan penguatan fondasi ekonomi dalam rangka meraih target pertumbuhan 8 persen. Pak Jokowi adalah sosok yang tepat dan handal untuk menjadi semacam ‘penasihat agung’ bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran,” jelas dia.
Boni menambahkan, bahwa dalam temuan survei LPI bulan Februari, terbukti masyarakat meyakini pemerintah solid dan peran Wapres Gibran Rakabuming Raka sangat strategis untuk membantu kinerja Presiden Prabowo.
“LPI menilai, temuan survei Maret 2025 merupakan peluang penguatan yang positif bagi pemerintah jika temuan ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Dengan menjadi “penasihat agung”, potensi Pak Jokowi bisa dipergunakan untuk membantu akselerasi dan penguatan kinerja pemerintah saat ini,” jelas Boni Hargens.
Boni mengatakan, survei LPI kali bertujuan menggali penilaian (memotret) pandangan masyarakat atau publik mengenai fungsi, kedudukan dan peran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sebagai institusi negara yang diatur melalui UU Nomor 19 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 64 Tahun 2024 tentang Dewan Pertimbangan Presiden atau UU Wantimpres.















