JAKARTA – Manulife hari ini merilis hasil survei Asia Care Survey 2025 yang mengungkap perubahan signifikan dalam cara masyarakat Indonesia dalam memaknai longevity (usia panjang).
Survei ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin memprioritaskan kualitas hidup—termasuk kebebasan finansial, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan untuk hidup mandiri—dibandingkan sekadar memperpanjang usia hidup.
Sebanyak 56% responden Indonesia menyatakan bahwa kebebasan finansial dan kemampuan untuk tetap aktif secara fisik, mental, dan sosial lebih penting daripada hidup lebih lama.
Hanya 6% yang memilih “memaksimalkan usia hidup” sebagai harapan utama mereka di masa tua.
“Konsep hidup sehat di usia lanjut telah berubah bagi masyarakat Indonesia. Usia panjang bukan hanya soal bertahan hidup lebih lama, tetapi tentang bagaimana menjalani hidup yang bermakna dan mandiri,” ujar Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Manulife Indonesia.
“Manulife berkomitmen untuk membantu masyarakat Indonesia untuk hidup sehat dan sejahtera melalui solusi yang holistik, mencakup kesehatan dan perencanaan keuangan jangka panjang.” tambah Lauren.
Makna kesehatan kini berubah: yang lebih penting adalah dapat hidup mandiri, bukan sekadar bebas dari penyakit












