Sementara itu, pada April 2016 sebesar 81.5 persen masyarakat Jakarta menyatakan puas, turun dari posisi 85.5 persen pada Februari 2016.
Meskipun cenderung fluktuatif, penurunannya tidak signifikan sehingga masih relatif stabil.
Dalam survei ini, Populi Center mendapatkan beberapa temuan menarik bahwa sebanyak 76.4 persen masyarakat DKI Jakarta merasa puas dengan kinerja pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam kurun waktu setahun terakhir. Persentase ini meningkat dari survei Juni 2016 yang mencatat persentase kepuasan masyarakat DKI Jakarta sebesar 69.8 persen.
Sementara itu, data lainnya menunjukkan 22 persen masyarakat Jakarta mengaku tidak puas dengan kinerja Pemprov DKI Jakarta setahun terakhir. Persentase ini menurun dari survei Juni 2016 yan mencatat ketidakpuasan sebesar28.5 persen.
Sementara untuk penilaian kinerja Pemprov DKI dari indikator program kerja, masyarakat DKI paling banyak puas dengan program pelayanan kantor kelurahan (93.4%), pasukan oranye (91%), dan pelayanan prima puskesmas dan rumah sakit daerah (88.2%). Sementara itu, program kerja yang paling tidak dirasa memuaskan oleh masyarakat yaitu program QLUE Jakarta Smart City (46.7%), uji coba nomor kendaraan ganjil dan genap (37%), dan pengendalian harga bahan pokok (34.2%).













