Ia menilai, pemanfaatan lahan sawit yang belum produktif menjadi solusi konkret untuk mendukung swasembada pangan melalui diversifikasi pemanfaatan areal.
“Aceh menjadi etape strategis dalam perluasan Program TAMPAN. Ini menandai bahwa PTPN tidak hanya fokus di komoditas sawitnya, tetapi juga mengambil peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Jatmiko di Jakarta, Ahad (25/05/2025).
Lebih jauh Jatmiko melanjutkan, TAMPAN telah membuktikan efektivitasnya dalam implementasi di beberapa wilayah.
Bahkan panen perdana padi gogo akan segera dilakukan di Kabupaten Batanghari, Jambi pada 27 Mei mendatang dengan luasan lima hektare. Produksi padi dari area tersebut diperkirakan mencapai 7,5 ton gabah, dengan estimasi hasil panen 1,5 ton per hektare.
“Ini membuktikan bahwa program ini sudah sampai pada tahap produktif dan siap dikembangkan lebih luas,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., mengapresiasi kerja sama antara kampus dan PTPN IV PalmCo.
Menurutnya, program seperti ini menjadi ruang aktualisasi bagi kampus untuk ikut berperan dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, sekaligus menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar.














