DENPASAR-Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Sutriono Edi menegaskan Pasar Lelang Komoditas meningkatkan daya saing di sektor perdagangan.
Pasar Lelang Komoditas akan menciptakan transparansi harga yang wajar.
Untuk itu, Kemendag mendukung pelaksanaan program ini karena Pasar Lelang Komoditas pada akhirnya akan mendukung daya saing sektor perdagangan.
“Kami mendukung upaya pengembangan Pasar Lelang Komoditas yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali,” jelas Sutriono saat menghadiri Peluncuran Revitalisasi Pasar Lelang di Denpasar, Jumat (12/12).
Dalam kesempatan tersebut, Sutriono juga menyerahkan persetujuan kepada Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Praja sebagai penyelenggara Pasar Lelang Komoditas.
Seperti diketahui, nilai transaksi Pasar Lelang Komoditas nasional pada periode Januari-November 2014 tercatat sebesar Rp 693,7 miliar.
Hingga November 2014, tercatat lima jenis komoditas dengan nilai transaksi terbesar nasional, yaitu beras (Rp 239,1 miliar, total volume 28.867 ton); jagung (Rp 81,1 miliar, total volume 30.501 ton); sapi (Rp 61,5 miliar, total volume 2.398 ton); ikan nila (Rp 24,1 miliar, total volume 1.032 ton); dan coklat (Rp 23,6 miliar, total volume 739 ton).












